Kamis, 16 Mei 2013


Sunscreen ( SUN BLOCK ) 
Membunuh Terumbu Karang

Selama ini kita menggunakan sunscreen lotion (sun block) ketika di pantai dan tentunya sunscreen lotion digunakan ketika kita akan berenang di pantai. Tapi apakah kita menyadari bahwa sun screen lotion yang selama ini digunakan dapat menyebabkan kerusakan pada terumbu karang?
Menurut Kusuma.Tirta (2008), kandungan lotion sunscreen yang biasanya kita gunakan di pantai untuk menjaga warna kulit dari sengatan matahari (kebanyakan) mengandung paraben, cinnamate, benzophenone, dan camphor derivative. zat-zat tersebut dapat menganggu kehidupan terumbu karang di bawah laut. Ini juga berarti menambah dampak negatif pada bumi dan menambah parah pemanasan global.
Sebuah studi baru oleh Komisi Eropa mengatakan bahwa lotion tabir surya yang digunakan untuk melindungi kita dari matahari adalah penyumbang utama pemutihan karang. Ultra krim berbasis violet (UV) filter yang digunakan untuk melindungi kulit dari efek berbahaya dari paparan sinar matahari menyebabkan pemutihan karang bahkan jika digunakan dalam jumalah kecil.
Studi baru yang dikeluarkan oleh jurnal AS Prespektif Kesehatan Lingkungan  saat ini memperkirakan hingga 10% dari terumbu karang dunia beresiko pemutihan karang sunscreen-induced. Sebelum penelitian ini menunjukkan bahan kimia dapat terakumulasi dalam hewan air dan terurai menjadi racun. Dalam dosis yang kecil dapat menimbukan debit besar lender karang yang merupakan tanda jelas dari stress lingkungan hanya dalam waktu 18-48 jam. Pemutihan karang terjadi dalam waktu 96 jam. Dalam air laut di sekitar karang bercabang,tingkat virus meningkat menjadi 15kali yang ditemukan dalam sampel control. Hal ini menunjukkan bahwa tabir surya bisa merangsang infeksi laten virus. Peptisida, hidrokarbon, dan kontaminan lainnya juga mendorong gangga atau koral untuk melepaskan virus sehingga mempercepat proses pemutihan karang (Ewing.Bob, 2008).
London, 25 Mei: Para peneliti mengatakan bahwa dari 10.000 ton UV yang diproduksi setiap tahun secara global, 10% akan digunakan oleh 78 juta wisatawan yang berkunjung didaerah tropis. Berenang 20 menit di laut bisa mencuci seperempat dari bahan kimia dalam lotion matahari. Para peneliti percaya 10% dari terumbu karang didunia akan terancam oleh pemutihan karang karena tabir surya. John Bythell seorang ahli karang dari Universitas of Newcastle mengatakan bahwa pemutihan karang sebagai suatu fenomena di seluruh dunia adalah masalah karena membunuh karang dan karang yang mendukung seluruh karang yang merupakan pertahana pantai utama di dunia tropis (Admin, 2008).
Danovaro dan timnya (Universitas Piza, Itali) mempelajari efek paparan tabir surya pada sampel terumbu karang di Samudra Pasifik, Atlantik dan India. Rendahnya tabir surya pada atau di bawah nilai khas yang digunakan oleh perenang, biasa mengaktifkan virus alga dan benar-benar pemutihan karang hanya dalam 4hari (hasil dari penelitiannya). Menurut Donovaro dan timnya menyebutkan pengaruhnya tidak tergantung pasa dosis paparan sehingga karang dengan dosis yang sangat kecil tabir surya sama berbahaya sebagai eksposur yang tinggi. Menurut Rebecca Vega Thurber seorang ahli virus dan peneliti karang laut di San Diego State University di California mengatakan factor lain (akibat ulah manusia) seperti polusi, overfishing, dan sedimentasi semua berkontribusi terhadap degradasi habitat terumbu karang, dan pekerjaaan ini terus berlanjut dalam membunuh karang itu. Dimana Rebeca Vega Thurber ikut dalam penelitian tersebut (Than.Ker, 2008).



Jumat, 18 Januari 2013

MUSYAWARAH ANGGOTA HIMAKEL PERIODE III




Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (HIMAKEL) Unsoed kembali mengadakan Musyawarah Anggota Periode ke-3 yang di laksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal15 - 16 Januari 2013 yang bertempat di Kampus Jurusan Perikanan dan Kelautan Universitas Jenderal Soedirman. Agenda Musyawarah Anggota ini dihadri oleh undangan Dosen Ilmu Kelautan, perwakilan beberapa himpunan mahasiswa di Jurusan Perikanan dan Kelautan serta undangan dari Alumni dan BPO HIMAKEL.






Agenda ini di awali dengan sambutan dari pembina HIMAKEL yaitu Bapak Dr. Tjahjo Winanto, M.Si dan dibuka oleh Bapak Ir. H. Arif Mahdiana, M.Si. yang kemudian dilanjutkan ke agenda pertama yaitu pembacaan tata tertib jalannya musyawarah anggota dan pemilihan presidium baru. Kemudian terpilihlah sdr Rafid Arifuddin Shidqi sebagai Presidium 1, Ridho Zul Fakhri sebagai Presidium 2 dan Budi Arisandi sebagai Presidium 3. Kemudian jalannya acara diambil alih oleh presidium baru yang dan langsung ke acara selanjutnya yaitu pembacaan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Ketua Himakel Periode 2012/2013 oleh sdr. Adi Lutfi Hanafi dengan hasil bahwa Kepengurusan HIMAKEL Periode tersebut diterima dengan syarat. Berlanjut ke acara berikutnya yaitu Pendemisioneran Ketua Umum dan Kepengurusan HIMAKEL Unsoed Periode ke-2 tahun 2012/2013. Agenda hari pertama dilanjutkan dengan membahas Anngaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta GBHO dan GBHK Himpunan Mahasiswa Kelautan. Acara berlangsung sejak pukul 10.00 sampai 21.00. Kemudian dilanjutkan dengan penentuan syarat atau kriteria ketua umum HIMAKEL.


   Hari ke-2 Musyawarah Anggota HIMAKEL dilanjutkan dengan acara pembacaan syarat ketua umum HIMAKEL dan pemilihan ketua umum melalui tahap mencalonkan diri, tahap pencalonan dan penetapan. Kemudian terpilihlah kandidat Ketua Umum Himakel yaitu sdr. Bangun Widodo Pangestu, Harry Farhat, Herdian Wicaksono, Danesha Galuh N.A, dan Tayanto. Acara selanjutnya yaitu pembacaan visi dan misi dari calon ketua di hadapan para anggota Himpunan Mahasiswa Kelautan. Setelah memutuskan dan menimbang siapakah The Next Ketua Umum Himakel dengan menilai di berbagai aspek dan penilaian sesuai dengan syarat dan kriteria yang telah dibuat. 

                      Terpilihlah sdr Bangun Widodo Pangestu sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (HIMAKEL) Universitas Jenderal Soedirman Periode ke-3 tahun 2013/2014. Acara selanjutnya yaitu serah terima Jabatan antara Ketua Umum lama sdr Adi Lutfi Hanafi dengan Ketua Umum Baru yaitu sdr Bangun Widodo Pangestu. Acara terakhir kemudian ditutup oleh Pimpinan Presidium 1 bahwa Musyawarah Anggota HIMAKEL Periode ke-3 telah selesai.


Selamat Kepada sdr. Bangun Widodo atas terpilihnya sebagai Ketua Umum HIMAKEL Periode ke-3 semoga dapat mengemban tugas selanjutnya membawa HIMAKEL lebih baik dan lebih berjaya lagi. Jalesveva Jayamahe! Ilmu Kelautan, Tetap Jaya!


Selasa, 04 Desember 2012

Jumat, 23 November 2012

Peranan ekosistem mangrove

Mangrove merupakan tumbuhan peralihan antara darat dan laut. Mangrove mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan, baik dari segi ekologis dan manfaat untuk kehidupan manusia. berikut adalah fungsi-fungsi dari mangrove...

1. Sebagai peredam gelombang dan angin badai, pelindung pantai dari abrasi, penahan lumpur dan penahan sedimen (sediment trap) yang diangkut oleh aliran air permukaan.

2. Sebagai penghasil sejumlah besar detritus, terutama yang berasal dari serasah daun dan ranting pohon  mangrove yang rontok. Sebagian dari detritus ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan bagi organisme pemakan detritus detritivore dan sebagian lagi didekomposisi oleh bakteri decomposer menjadi bahan-bahan anorganik (nutrien) yang berperan dalam menyuburkan perairan dan tentu saja kesuburan mangrove itu sendiri. 

3. Sebagai daerah asuhan (nursery ground), daerah mencari makan (feeding ground) dan daerah pemijahan (spawning ground). Bermacam macam biota perairan baik yang hidup diperairan pantai maupun di lepas pantai. Disamping itu ada beberapa organisme perairan yang menjadikan ekosistem mangrove sebagai habitat utamanya.. Fungsi ini memungkinkan ekosistem mangrove berperan dalam memberi energi bagi revitalisasi sumberdaya perikanan di laut. Selain organisme perairan beberapa hewan dari jenis reptil, burung dan primata juga menjadikan mangrove menjadi habitatnya. 


Beberapa jenis mangrove dapat digunakan sebagai bahan obatobatan tradisional. Menurut Inoue, dkk. (1999).air rebusan Rhizopora apiculata dapat digunakan sebagai astringent. Kulit Rhizopora mucronata dapat digunakan untuk menghentikan pendarahan. Air rebusan Ceriops tagal dapat digunakan untuk antiseptik luka dan sebagainya. Air rebusan Acanthus illicifolius dapat digunakan untuk obat dai betes/kencing manis. Menurut Higaki (1980) kulit Ceriops dapat digunakan sebagai pengganti kina. Selain manfaat langsung, kawasan mangrove juga dapat dimanfaatkan sebagai areal mencari ikan, udang dan kekerangan serta dapat digunakan sebagai areal budidaya ikan. sumber : Sunarto (2008)


so guys udah tau kan pentingnya mangrove sekarang....
jadi kita harus tetap memanfaatkannya dengan mememerhatikan konservasinya juga ya guys ^_^

Kamis, 22 November 2012

Terumbu Karang "Atoll"


 
Atoll berasal dari kata “atolu”, yang berasal dari bahasa daerah di Kepulauan Maldives. Terumbu karang Atoll adalah terumbu karang berbentuk cincin atau terumbu karang berbentuk melingkar. Terumbu karang berbentuk atoll pada dasarnya berasal dari ketiga rentetan peristiwa terbentuknya tipe terumbu karang tersebut. Yaitu bermula dari terumbu karang tipe fringing reef, 





kemudian berubah menjadi barrier reef






dan terakhir baru terbentuk atoll






Pada suatu pulau fulkano, pada awalnya terumbu karang tumbuh dan berkembang di sekeliling pantai pulau tersebut membentuk terumbu karang tepi (fringing reef). Kemudian dengan terjadinya pengosongan magma, pulau fulkano tersebut berangsur-angsur tenggelam. Secara singkat, sejalan dengan pertambahan waktu dimana pulau fulkano secara perlahan-lahan tenggelam semantara terumbu karang tetap berkembang dan tumbuh pada tempat yang sama menuju permukaan air. Keadaan ini memisahkan terumbu karang yang terus berkembang dengan dengan tepi pantai Pulau Fulkano yang semakin tenggelam, dan perairan yang berada diantara pantai dan terumbu tersebut disebut lagoon. Kondisi dimana diantara pantai dan terumbu karang telah terbentuk sebuah lagoon pada saat tersebut terumbu karang yang semula sebagai terumbu karang tepi telah berubah menjadi terumbu karang penghalang. Setelah sepenuhnya pulau fulkano tenggelam, maka terbentuk terumbu karang berbentuk atoll. Teori terbentuknya terumbu karang atoll ini dikenal dengan “subsidence theory” yang dikemukakan Darwin pada tahun 1842, yang sampai saat ini masih diakui kebenarannya.

Kita patut bangga karena indonesia terdapat atoll terbesar ketiga didunia yaitu di Taka Bonerate . 


Taka bonerate adalah Taman Nasional Perairan yang terletak disisi selatan semenanjung Sulawesi atau Laut Flores dengan luas 530.765 Ha. taman nasional ini ditetapkan sebagai kawasan pelestarian alam perairan yang merupakankarang atol terbesar ketiga didunia dengan luasan mencapai 220.000 Ha setelah atol kwajifein di Kepulauan Marshall dan Atoll Suvadiva di Madives. Taman Nasional Taka Bonerate juga memiliki keanekaragaman biota laut dan merupakan habitat bagi berbagai spesies satwa laut yang langka dan dilindungi.

Rabu, 21 November 2012

IWOCA 2




International Working Camp merupakan salah satu program kerja Project Departement dari UKM IAAS (International Association of Students in Agricultural and Related Science). Kegiatan ini merupakan program yang ditujukan untuk pengabdian masyarakat, eksplorasi potensi pengembangan sumberdaya alam, dan kebersamaan sambil dengan melakukan camp di area kegiatan. Berbeda dengan kegiatan working camp pada tahun sebelumnya, materi kegiatan yang diberikan cukup kompleks sehingga peserta yang mengikuti ini akan mendapatkan pengalaman pengabdian masyarakat yang bernilai. Kegiatan ini terdiri dari 3 aspek yaitu education (seminar in UB, mangrove conservation, handling of fish, edu night), brotherhood (games, art performing, tracking area, cooking competetion, and sharing experience) and Utilization (project service, and discussion with local community).

Iwoca di ikuti oleh 17 universitas se-Indonesia. Iwoca diawali dengan international seminar di UB dengan dua pemateri dari Thailand. Dalam seminar ini banyak memperbincangkan beragam permasalahan yang sedang dihadapi oleh Indonesia dan Thailand dalam bidang agrikultur. Terutama terkait peningkatan sumberdaya manusia dalam usaha peningkatan pertanian. Juga dijelaskan tentang teori-teori pertanian yang mungkin nantinya bias diterapkan di Indonesia. 

Hari pertama dan kedua berlangsung di Poncokusumo diikuti 85 orang peserta mengikuti berbagai kegiatan mulai dari harvesting dengan memanen jagung. Kemudian biopori planting, peserta belajar membuat pupuk organik. Cooking time, peserta memasak bersama dengan warga. Tracking hingga discussion night dengan warga sekitar. Peserta juga disuguhi penampilan dari anak-anak PAUD. Selama dua hari di Poncokusumo, peserta tinggal di hosting familiy, yaitu tinggal di rumah-rumah penduduk, untuk mempererat rasa kebersamaan antar warga dan peserta.

Hari ketiga peserta menempuh perjalanan kepantai Kondangmerak. Bukan hal yang mudah bagi para peserta. Pasalnya mereka harus berangkat jam 4 pagi dengan kondisi cuaca yang sangat dingin dan medan terjal. Di luar dugaan, peserta justru antusias. Terlebih ketika sampai di pantai Kondangmerak keindahan pantai yang asri dan bersih membuat Iwoca semakin menarik. Hari berikutnya, peserta melakukan berbagai kegiatan mulai dari games, cooking competition, donasi ke taman baca, hingga ke mangrove conservation dengan tracking menempuh rute pantai Kondangmerak - Balekambang. Di area mangrove, peserta di beri pembekalan mengenai penanaman mangrove, jenis mangrove dan kegunaan bagi lingkungan oleh dosen dari Universitas Airlangga Surabaya. 

Peserta juga turut melakukan cleaning beaches, semacam pembersihan pantai dari sampah dan kotoran yang dapat mengganggu pelestarian lingkungan dan kehidupan biota laut. Iwoca merupakan kegiatan working camp pertama di Indonesia dengan mengangkat tema pelestarian lingkungan dan agrikultur yang diadakan oleh IAAS LC UB.

MUCRONATA




Temen-temen udah tahu belum tentang UKM yang satu ini?? Mucronata adalah suatu komunitas mangrove yang didirikan oleh para mahasiswa pecinta mangrove atas kesadaran dan inisiatif mereka untuk menjaga ekosistem mangrove tentunya, berarti bisa dibilang UKM bisa juga dibilang komunitas ya.hhe

Mucronata sendiri didirikan pada bulan September 2011 sob, berarti bulan september ini udah genap satu tahun ya. Oh iya Mucronata saat ini dihuni kurang lebih terdiri atas 20 orang anggota lho yang di ketuai oleh ka Akhyarul Umam dengan wakilnya ka Arka, dan UKM ini di bimbing oleh Ibu Nuning, Pak Asrul dan Pak Endang sebagai pembina mereka tentunya.

Sobat Himakel mau tau gak salah satu acara keren yang pernah diadakan oleh Mucronata?? Yap, acara kerennya itu adalah “Save Mangrove From The Trash” wah wah keren ya namanya. Acaranya gak kalah kerennya lho dengan namanya. “Save Mangrove From The Trash” itu acara penanaman 3500 pohon mangrove yang diadakan di Kampung Laut tepatnya di Segera Anakan, Cilacap. Sekaligus memperingati Hari Lahan Basah Se-dunia pada tanggal 2 februari 2012, wah keren ya sob acaranya. Acara ini juga diikut sertakan banyak peserta dari luar JPK sob, diantaranya ada mahasiswa S2 Lingkungan, MIPA, Fakultas Biologi, Fakultas Peternakan, bukan cuma di wilayah Unsoed aja sob tapi juga pesertanya dari luar Unsoed salah satunya Undip (kesemat). Acara ini juga hasil kerjasama dari Pemerintah Daerah Cilacap dan Perusahaan Swasta seperti Pertamina dan Holcim. Kegiatan lain yang diadakan oleh komunitas ini adalah menelaah jenis-jenis mangrove dari berbagai jurnal yang diadakan setiap seminggu sekali yaitu pada hari jumat jam 15.00. Peserta yang mengikuti agenda rutin ini terdiri dari pengurus dan umum.
 

Blogroll

About

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified