Jumat, 18 Januari 2013
Selasa, 04 Desember 2012
Jumat, 23 November 2012
Peranan ekosistem mangrove
Mangrove merupakan tumbuhan
peralihan antara darat dan laut. Mangrove mempunyai peran yang sangat penting
dalam kehidupan, baik dari segi ekologis dan manfaat untuk kehidupan manusia.
berikut adalah fungsi-fungsi dari mangrove...
1. Sebagai peredam gelombang dan
angin badai, pelindung pantai dari abrasi, penahan lumpur dan penahan
sedimen (sediment trap) yang diangkut oleh aliran air permukaan.
2. Sebagai penghasil sejumlah
besar detritus, terutama yang berasal dari serasah daun dan ranting pohon
mangrove yang rontok. Sebagian dari detritus ini dapat dimanfaatkan
sebagai bahan makanan bagi organisme pemakan detritus detritivore dan
sebagian lagi didekomposisi oleh bakteri decomposer menjadi bahan-bahan anorganik
(nutrien) yang berperan dalam menyuburkan perairan dan tentu saja
kesuburan mangrove itu sendiri.
3. Sebagai daerah asuhan (nursery
ground), daerah mencari makan (feeding ground) dan daerah pemijahan
(spawning ground). Bermacam macam biota perairan baik yang hidup diperairan
pantai maupun di lepas pantai. Disamping itu ada beberapa
organisme perairan yang menjadikan ekosistem mangrove sebagai
habitat utamanya.. Fungsi ini memungkinkan ekosistem mangrove
berperan dalam memberi energi bagi revitalisasi sumberdaya perikanan di laut. Selain
organisme perairan beberapa hewan dari jenis reptil, burung dan primata juga
menjadikan mangrove menjadi habitatnya.
Beberapa
jenis mangrove dapat digunakan sebagai bahan obatobatan tradisional. Menurut
Inoue, dkk. (1999).air rebusan Rhizopora
apiculata dapat
digunakan sebagai astringent. Kulit Rhizopora
mucronata dapat
digunakan untuk menghentikan pendarahan. Air rebusan Ceriops
tagal dapat
digunakan untuk antiseptik luka dan sebagainya. Air rebusan Acanthus
illicifolius dapat
digunakan untuk obat dai betes/kencing manis. Menurut Higaki (1980) kulit
Ceriops dapat digunakan sebagai pengganti kina. Selain manfaat langsung,
kawasan mangrove juga dapat dimanfaatkan sebagai areal mencari ikan, udang dan
kekerangan serta dapat digunakan sebagai areal budidaya ikan. sumber : Sunarto (2008)
so guys udah tau kan pentingnya mangrove sekarang....
jadi kita harus tetap memanfaatkannya dengan mememerhatikan konservasinya juga ya guys ^_^
Kamis, 22 November 2012
Terumbu Karang "Atoll"
Atoll berasal dari kata “atolu”, yang berasal dari bahasa daerah di Kepulauan Maldives. Terumbu karang Atoll adalah terumbu karang berbentuk cincin atau terumbu karang berbentuk melingkar. Terumbu karang berbentuk atoll pada dasarnya berasal dari ketiga rentetan peristiwa terbentuknya tipe terumbu karang tersebut. Yaitu bermula dari terumbu karang tipe fringing reef,
kemudian berubah menjadi barrier reef
dan terakhir baru terbentuk atoll
Pada suatu pulau fulkano, pada awalnya terumbu karang tumbuh dan berkembang di sekeliling pantai pulau tersebut membentuk terumbu karang tepi (fringing reef). Kemudian dengan terjadinya pengosongan magma, pulau fulkano tersebut berangsur-angsur tenggelam. Secara singkat, sejalan dengan pertambahan waktu dimana pulau fulkano secara perlahan-lahan tenggelam semantara terumbu karang tetap berkembang dan tumbuh pada tempat yang sama menuju permukaan air. Keadaan ini memisahkan terumbu karang yang terus berkembang dengan dengan tepi pantai Pulau Fulkano yang semakin tenggelam, dan perairan yang berada diantara pantai dan terumbu tersebut disebut lagoon. Kondisi dimana diantara pantai dan terumbu karang telah terbentuk sebuah lagoon pada saat tersebut terumbu karang yang semula sebagai terumbu karang tepi telah berubah menjadi terumbu karang penghalang. Setelah sepenuhnya pulau fulkano tenggelam, maka terbentuk terumbu karang berbentuk atoll. Teori terbentuknya terumbu karang atoll ini dikenal dengan “subsidence theory” yang dikemukakan Darwin pada tahun 1842, yang sampai saat ini masih diakui kebenarannya.
Kita patut bangga karena indonesia terdapat atoll terbesar ketiga didunia yaitu di Taka Bonerate .
Taka bonerate adalah Taman Nasional Perairan yang terletak disisi selatan semenanjung Sulawesi atau Laut Flores dengan luas 530.765 Ha. taman nasional ini ditetapkan sebagai kawasan pelestarian alam perairan yang merupakankarang atol terbesar ketiga didunia dengan luasan mencapai 220.000 Ha setelah atol kwajifein di Kepulauan Marshall dan Atoll Suvadiva di Madives. Taman Nasional Taka Bonerate juga memiliki keanekaragaman biota laut dan merupakan habitat bagi berbagai spesies satwa laut yang langka dan dilindungi.
Rabu, 21 November 2012
IWOCA 2
International
Working Camp merupakan salah satu program kerja Project Departement dari UKM IAAS (International Association of
Students in Agricultural and Related Science). Kegiatan ini merupakan
program yang ditujukan untuk pengabdian masyarakat, eksplorasi potensi pengembangan sumberdaya alam,
dan kebersamaan sambil dengan melakukan camp di area kegiatan.
Berbeda dengan kegiatan
working camp pada tahun sebelumnya, materi kegiatan yang diberikan cukup kompleks sehingga peserta
yang mengikuti ini akan mendapatkan pengalaman pengabdian masyarakat yang bernilai. Kegiatan ini terdiri dari 3 aspek yaitu education (seminar in UB, mangrove
conservation, handling of fish, edu night), brotherhood (games, art performing,
tracking area, cooking competetion, and sharing experience) and Utilization
(project service, and discussion with local community).
Iwoca di ikuti oleh 17 universitas se-Indonesia. Iwoca diawali dengan
international seminar di UB dengan dua pemateri dari Thailand. Dalam
seminar ini banyak memperbincangkan beragam permasalahan yang sedang dihadapi oleh
Indonesia dan Thailand dalam bidang agrikultur. Terutama terkait peningkatan sumberdaya manusia dalam usaha peningkatan pertanian. Juga dijelaskan tentang teori-teori pertanian yang mungkin nantinya bias diterapkan
di Indonesia.
Hari pertama dan kedua berlangsung di Poncokusumo diikuti 85 orang peserta mengikuti berbagai kegiatan mulai dari harvesting dengan memanen jagung. Kemudian biopori planting, peserta belajar membuat pupuk organik. Cooking time, peserta memasak bersama dengan warga. Tracking
hingga discussion night dengan warga sekitar. Peserta juga disuguhi penampilan dari anak-anak PAUD. Selama dua hari
di Poncokusumo, peserta tinggal di hosting familiy, yaitu tinggal di rumah-rumah penduduk, untuk mempererat rasa kebersamaan antar warga dan peserta.
Hari ketiga peserta menempuh perjalanan kepantai Kondangmerak. Bukan hal yang mudah bagi para peserta. Pasalnya mereka harus berangkat jam 4 pagi dengan kondisi cuaca
yang sangat dingin dan medan terjal.
Di luar dugaan, peserta justru antusias. Terlebih ketika sampai di pantai Kondangmerak keindahan pantai yang asri dan bersih membuat Iwoca semakin menarik. Hari berikutnya, peserta melakukan berbagai kegiatan mulai dari games, cooking competition,
donasi ke taman baca, hingga ke
mangrove conservation dengan tracking menempuh rute pantai Kondangmerak - Balekambang.
Di area mangrove, peserta di beri pembekalan mengenai penanaman mangrove, jenis mangrove dan kegunaan bagi lingkungan oleh dosen dari Universitas Airlangga Surabaya.
Peserta juga turut melakukan
cleaning beaches, semacam pembersihan pantai dari sampah dan kotoran yang dapat mengganggu pelestarian lingkungan dan kehidupan biota laut. Iwoca merupakan kegiatan
working camp pertama di Indonesia dengan mengangkat tema pelestarian lingkungan dan agrikultur yang diadakan oleh IAAS LC UB.
MUCRONATA
Temen-temen
udah tahu belum tentang UKM yang satu ini?? Mucronata adalah suatu komunitas
mangrove yang didirikan oleh para mahasiswa pecinta mangrove atas kesadaran dan
inisiatif mereka untuk menjaga ekosistem mangrove tentunya, berarti bisa dibilang
UKM bisa juga dibilang komunitas ya.hhe
Mucronata
sendiri didirikan pada bulan September 2011 sob, berarti bulan september ini
udah genap satu tahun ya. Oh iya Mucronata saat ini dihuni kurang lebih terdiri
atas 20 orang anggota lho yang di ketuai oleh ka Akhyarul Umam dengan wakilnya
ka Arka, dan UKM ini di bimbing oleh Ibu Nuning, Pak Asrul dan Pak Endang
sebagai pembina mereka tentunya.
Sobat
Himakel mau tau gak salah satu acara keren yang pernah diadakan oleh
Mucronata?? Yap, acara kerennya itu adalah “Save Mangrove From The Trash” wah
wah keren ya namanya. Acaranya gak kalah kerennya lho dengan namanya. “Save
Mangrove From The Trash” itu acara penanaman 3500 pohon mangrove yang diadakan
di Kampung Laut tepatnya di Segera Anakan, Cilacap. Sekaligus memperingati Hari
Lahan Basah Se-dunia pada tanggal 2 februari 2012, wah keren ya sob acaranya.
Acara ini juga diikut sertakan banyak peserta dari luar JPK sob, diantaranya
ada mahasiswa S2 Lingkungan, MIPA, Fakultas Biologi, Fakultas Peternakan, bukan
cuma di wilayah Unsoed aja sob tapi juga pesertanya dari luar Unsoed salah
satunya Undip (kesemat). Acara ini juga hasil kerjasama dari Pemerintah Daerah
Cilacap dan Perusahaan Swasta seperti Pertamina dan Holcim. Kegiatan lain yang
diadakan oleh komunitas ini adalah menelaah jenis-jenis mangrove dari berbagai
jurnal yang diadakan setiap seminggu sekali yaitu pada hari jumat jam 15.00.
Peserta yang mengikuti agenda rutin ini terdiri dari pengurus dan umum.
UKI AL-FATIH
Nah
pasti buat sobat himakel udah tau dan gak asing kan dengan nama UKM ini, yap
UKI AL-FATIH. Ukm ini bergerak dibidang kerohanian islam yang menjadi wadah
bagi para mahasiswa JPK muslim yang mau menambah ilmu keagamaan islam,
mendalami pemahaman-pemahaman agama, peduli terhadap sesama, serta aktif
didunia organisasi. Jadi buat sobat-sobat muslim yang mau ikut, ukm ini siap
menjadi wadah sobat semua, keren kan.:D
UKI
AL-FATIH saat ini diketuai oleh Kak Imam Muchtaromi (kelautan 2009) dan ada
sekitar dua puluh mahasiswa yang mengurus UKM ini. Selain ketua, sekretaris dan
bendahara, ada beberapa divisi yang menjadi garis terdepan dan menggerakan ukm
ini lho, diantaranya ada
Langganan:
Komentar (Atom)







