Fakta lain menyebutkan bahwa adanya Great Pasific Gerbage Patch yaitu tumpukan sampah yang besar di Samudera Pasifik akibat terbawa arus laut dan hingga saat ini diperkirakan luasnya hampir menandingi luas pulau Hawaii. Disamping itu, menurut Atwater dari Unite State Geological Survey (USGS) saat berbicara tentang Sea Level Rise di Gd. Yustisia UNSOED pada bulan September lalu, beliau memaparkan bahwa fitoplankton adalah mikro-organisme penyerap atom Carbon yang berada di lautan. Demikian itu karena mikro-organisme tersebut melakukan fotosintesis seperti halnya tumbuhan darat. Beberapa point tersebut membuktikan bahwa keberadaan sampah plastik khususnya pada permukaan laut akan menghambat penyerapan atom karbon oleh organisme laut seperti rumput laut (Seaweed), lamun (Seagrass), dan terumbu karang (Coral Reef). Sedangkan pada saat ini jumlah atom carbon di atmosfir terus meningkat.
Alasan tersebut membuat beberapa masyarakat umum dan pemerintah daerah seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Cilacap, PMI Cilacap, DCKTR (Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang) Cilacap, Sekolah Polisi Negara RI di Purwokerto ikut mensukseskan acara CCU ini. Peserta CCU tidak hanya dari kalangan mahasiswa, namun dari Palang Merah Indonesia Kab Cilacap dan nelayan. Jumlah peserta keseluruhan diperkirakan sedikitnya 180 orang. Tidak hanya bersih-bersih pantai, para peserta mahasiswa juga mengikuti acara kreatifitas dengan manfaatkan sampah yang dikumpulkan agar menjadi sesuatu yang berguna. Acara lain dari kegiatan ini yaitu uji kebersamaan dalam permainan memindahkan air menggunakan botol bocor, pemilihan duta lingkungan HIMAKEL 2012, Quiz, dan pembagian hadiah. Maju Terus Pantang Menyerah!
